Misteri Tragedi Bom Bali 2002

Aku Alitta, kembali bercerita misteri. Kali ini aku akan menceritakan misteri dibalik tragedi bom Bali pada tahun 2002.

Kalian pasti masih ingat mengenai tragedy bom Bali di tahun 2002. Tragedy itu banyak menelan korban jiwa, dimana korbannya kebanyakan para turis asing. Waktu itu, keluarga tante ku menjalankan sebuah usaha rumah makan di Bali. Di antara pelanggannya terdapat sepasang suami istri yaitu bapak Joni dan ibu Zaskia (bukan nama sebenarnya) yang menceritakan sebuah kisah misteri yang terjadi pasca Bom Bali.

Pak Joni adalah salah satu petugas security di salah satu club malam yang menjadi target ledakan bom Bali. Malam itu, pak Joni pergi menuju club untuk berjaga (aku tidak tahu pasti apakah pak Joni sudah benar-benar sampai di depan club atau belum). Tiba-tiba dia mendengar ledakan yang amat dahsyat (sekitar pukul 23.05), kemudian dia berlari untuk menyelamatkan diri.

Ketika dia berlari menyelamatkan diri, didepan matanya terlihat potongan kepala yang memakai kalung emas berbentuk rantai yang besar dan terlihat mahal. Tidak jauh dari situ juga ada dua handphone yang akhirnya dia ambil beserta kalung tersebut. Dia kemudian berlari pulang menuju rumahnya. Di rumahnya, istri dan keluarganya sedang terisak-isak menangis karena takut kalau pak Joni meninggal dalam ledakan tersebut. Namun ternyata pak Joni datang dengan membawa emas dan dua HP.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, warga Bali menggelar ritual upacara suci untuk mendoakan para korban bom Bali. Pada malam harinya, salah satu HP yang diambil pak Joni dari kejadian tersebut berdering. Setelah diangkat terdengar suara orang asing (memakai bahasa inggris) mengatakan “Boleh saja HP ku kamu ambil, tapi emas yang kamu ambil tolong sedekahkan. Kemudian, tolong satukan kembali kepala dan badan saya, karena aku disini kepanasan”.

Sekejap pak Joni diam terpaku. Simcard yang ada di kedua HP tersebut sudah dia buang dan dia ganti dengan nomor Indonesia. Siapa yang menelponnya dengan bahasa Inggris? (logat penelpon tersebut terdengar seperti orang luar negeri, biasanya orang Indonesia kalau berbicara bahasa inggris masih saja terdengar sedikit logat bahasa Indonesianya). Tidak lama kemudian, HP yang satunya juga berbunyi dan dia kembali mengangkatnya. Terdengar si penelpon menggunakan bahasa inggris pula yang mengatakan “Tolong beritahu keluarga ku bahwa aku telah tiada. Aku disini terpanggang kepanasan, tolong aku”.

Pak Joni dan keluarganya menjadi sangat ketakutan, kemudian mereka langsung menuju RS untuk mengembalikan kedua HP beserta emas yang dia ambil pada waktu itu. Ternyata di RS banyak juga orang yang mengembalikan barang-barang para korban yang sempat mereka ambil, dan banyak diantara mereka yang mengalami kejadian yang mirip dengan yang menimpa pak Joni.

iiissss, aku merinding ketika menulis cerita ini. Betapa kejam orang yang melakukan teror bom tersebut. Cerita ini telah lama diceritakan tante ku. Namun aku teringat kembali kejadian ini dan berinisiatif untuk menuliskannya kembali setelah salah satu kerabat keluarga ku menceritakan SMS Ghaib yang dia alami. Lain waktu aku ceritakan mengenai SMS Ghaib .

Ini benar-benar kejadian nyata. Yang bercerita tentang ini anak tante saya, Yogi Geo (bisa di lacak dan dimintai keterangannya di FB, sekedar untuk meyakinkan).

Salam.
Alitta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s