Ekonomi Sulit, Gairah Seks Pria Naik?

detail berita

 

KONDISI ekonomi ternyata tak hanya berpengaruh pada keuangan rumah tangga, tapi juga urusan ranjang. Pengaruh itu dirasakan ketika kondisi ekonomi sedang menurun. Uniknya di tengah ancaman tersebut, gairah bercinta pria justru naik drastis. Benarkah?

Menurut sebuah penelitian baru, saat ekonomi sulit melanda, pria justru memiliki dorongan seks yang lebih tinggi dan cenderung lebih banyak aktif meminta pada pasangannya. Dalam studi tersebut, pria diminta untuk berpikir tentang kematian mereka sendiri dan kemudian mereka diminta untuk melihat beberapa foto erotis. Di sana, mereka menemukan bahwa respons pria lebih tinggi ketika melihat gambar erotis di hadapannya. Denyut jantung mereka mendadak meningkat dibandingkan ketika mereka diperintahkan untuk berpikir ketika merasakan sakit gigi.

Para peneliti berspekulasi bahwa refleks ini berhubungan dengan orang-orang di masa lalu. Pada masa evolusi ketika manusia dihadapkan dengan bencana kelaparan, refleks alami berkembang bagi seorang pria yakni segera menyebarkan benihnya secara luas sebagai upaya terakhir bereproduksi sebelum yang bersangkutan menyerah atas kelaparan yang melanda.

Selain refleks kuno, ada lagi teori mengapa pria lebih suka seks lebih ketika menjadi pengangguran. Seks dipercaya menjadi salah satu peredam stres yang melanda mereka. Hal ini dapat menjadi relaksasi dan mengurangi kecemasan mereka, seperti dirilis Sheknows.

Keinginan mereka untuk mendapatkan pengalaman seks secara lebih banyak selama masa ekonomi sulit merupakan pengalaman yang wajar. Layaknya garam dan gula yang menjadi kebutuhan harian, maka ketika kebutuhan tersebut tak terpenuhi, kelangsungan hidup pun akan terganggu.

Hal yang sama pun berlaku untuk seksual. Ketika pasangan menginginkan lebih untuk bercinta, artinya itu bukanlah ide yang buruk untuk dilakukan. Cara terbaik untuk menghidupkan ranjang yakni menginvestasikan waktu dan sumber daya pada pasangan untuk menjaga keberlangsungannya agar tetap bergairah sekaligus menyuntikkan energi pada pasangan agar lebih kuat melewati masa-masa sulit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s