Jangan remehkan sebuah firasat!

Firasat, biasanya sebagian orang ada juga yang menyebutnya dengan istilah feeling. Percaya atau tidak, mungkin sebenarnya setiap orang memiliki kepekaan dalam hal ini. Tapi sebelumnya untuk memperjelas, berdasarkan kamus bahasa indonesia, bahwa firasat adalah sebuah keadaan yang dirasakan terhadap sesuatu. Tapi dalam hal ini saya hanya fokus pada perasaan yang sedang/akan terjadi, dan biasanya kita sering mengalaminya. Percayakah kamu mengenai yang saya tulis diatas? Bahwa diantara kita, dan bahkan mungkin setiap orang terkadang memiliki kepekaan terhadap sesuatu hal yang sedang/akan terjadi?

Sebagai contohnya, pernahkah kamu merasa tiba-tiba tidak enak ketika hendak bepergian? Dan ternyata ketika kamu sedang bepergian, kamu mendapatkan sebuah musibah yang tidak diinginkan. Atau, pernahkah kamu tiba-tiba merasakan gelisah dan teringat seseorang dalam fikiran kamu? Kemudian tanpa disangka-sangka ternyata orang yang sedang kamu ingat tersebut sedang dalam kondisi sakit. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Menurut saya ini adalah sebuah hal yang menarik, karena secara tidak disadari kita sering mengalami hal ini. Kadang-kadang kita sadar akan hal ini, tetapi justru terkadang kita mengacuhkannya dan menganggap mungkin itu hanya sekedar perasaan saja. Tapi berhubung karena penasaran, saya sering menanyakan hal ini teman-teman saya, dan hasilnya memang banyak diantara mereka yang saya temukan dan percaya terhadap firasat. Tapi ironisnya, ketika seseorang mengalami firasat yang tidak enak, orang tersebut justru terlalu memikirkan terhadap firasat tersebut, sehingga dampak buruk dari fikirannya tersebut telah membuatnya merasa tersiksa karena rasa khawatir terhadap hal-hal buruk yang akan terjadi. Dan sebaliknya, ketika seseorang telah mendapatkan suatu pertanda (firasat) dan mengacuhkannya, justru hal yang buruk terjadi padanya. Sepertinya hanya kebetulan, tapi bagi orang yang telah memiliki kepekaan suatu firasat justru dianggapnya sebagai suatu pertanda.

Tapi perlu diketahui, suatu firasat biasanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri, atau bisa juga terhadap keluarga, teman, siapapun itu yang memiliki kedekatan hubungan batin dengan kamu. Misalnya dengan orang tua kamu, saudara kamu, atau bisa juga teman dekat kamu. Contohnya saya beberapa hari yang lalu pernah merasakan hal yang tidak enak pada teman dekat saya dan nggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin segera menemuinya. Ternyata oh ternyata, itu adalah sebuah sebuah firasat. Karena ada seseorang yang berniat jahat pada teman saya tersebut. Percaya nggak percaya tapi itu bisa saja terjadi, meskipun terkadang saya menganggapnya kebetulan, tapi rasanya kok aneh saja 

Saya yakin mungkin sebagian diantara kamu pernah juga mengalami hal seperti ini. Tapi yang terpenting, jangan sampai kamu menjadi terbelenggu terhadap rasa khawatir ketika kamu merasakan sebuah firasat yang tidak enak. Kalau kamu merasa kurang yakin, anggap saja itu hanya sekedar perasaan kamu.

Perlu di ingat, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui suatu kejadian yang akan terjadi pada detik, menit, jam, hari, bulan, ataupun masa depan. Semua itu merupakan rahasia Sang Pencipta.

Percaya atau tidak, memang terkadang seperti halnya sebuah kebetulan atau perasaan. Tapi terkadang bisa merupakan suatu pertanda. Tapi, kadang-kadang sebuah firasat tidak bisa diremehkan. Seperti sekarang ini, firasat saya nggak enak nih. So, cukup sampai disini dulu yah, soalnya saya harus ke toilet dolo..  hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s